THE SOLAR SYSTEM

MENJELAJAH SYSTEM TATA SURYA LEBIH JAUH

Fenomena Alam Di Angkasa

Gerhana matahari

Gerhana Matahari pada tanggal 09 Maret2016.

Diagram gerhana Matahari: bulan menutupi Matahari pada siang hari

Gerhana matahari terjadi ketika posisi bulan terletak di antara Bumi dan Matahari,[1] sehingga menutup sebagian atau seluruh cahaya Matahari. Walaupun Bulan lebih kecil, bayangan Bulan mampu melindungi cahaya Matahari sepenuhnya karena Bulan yang berjarak rata-rata jarak 384.400 kilometer dari Bumi lebih dekat dibandingkan Matahari yang mempunyai jarak rata-rata 149.680.000 kilometer

Jenis gerhana matahari

Gerhana matahari dapat dibagi menjadi empat jenis yaitu:

  • Gerhana total, terjadi apabila saat puncak gerhana, piringan Matahari ditutup sepenuhnya oleh piringan Bulan. Saat itu, piringan Bulan sama besar atau lebih besar dari piringan Matahari. Ukuran piringan Matahari dan piringan Bulan sendiri berubah-ubah tergantung pada masing-masing jarak Bumi-Bulan dan Bumi-Matahari.
  • Gerhana sebagian, terjadi apabila piringan Bulan (saat puncak gerhana) hanya menutup sebagian dari piringan Matahari. Pada gerhana ini, selalu ada bagian dari piringan Matahari yang tidak tertutup oleh piringan Bulan.
  • Gerhana cincin, terjadi apabila piringan Bulan (saat puncak gerhana) hanya menutup sebagian dari piringan Matahari. Gerhana jenis ini terjadi bila ukuran piringan Bulan lebih kecil dari piringan Matahari. Sehingga ketika piringan Bulan berada di depan piringan Matahari, tidak seluruh piringan Matahari akan tertutup oleh piringan Bulan. Bagian piringan Matahari yang tidak tertutup oleh piringan Bulan, berada di sekeliling piringan Bulan dan terlihat seperti cincin yang bercahaya.
  • Gerhana hibrida, bergeser antara gerhana total dan cincin. Pada titik tertentu di permukaan bumi, gerhana ini muncul sebagai gerhana total, sedangkan pada titik-titik lain muncul sebagai gerhana cincin. Gerhana hibrida relatif jarang.

Mengamati gerhana matahari

Gerhana Matahari tahun 1999 di Perancis

Melihat secara langsung ke fotosfer matahari (bagian cincin terang dari Matahari) dapat membahayakan, karena mengakibatkan kerusakan permanen retina mata akibat radiasi tinggi yang tak terlihat yang dipancarkan dari fotosfer. Kerusakan yang ditimbulkan dapat mengakibatkan kebutaan. Mengamati gerhana Matahari membutuhkan pelindung mata khusus atau dengan menggunakan metode melihat secara tidak langsung. Penggunaan kaca mata untuk menyaksikan gerhana tidak aman karena tidak menyaring radiasiinframerah yang dapat merusak retina mata. Karena cepatnya peredaran Bumi mengitari matahari, gerhana matahari tak mungkin berlangsung lebih dari 7 menit dan 58 detik, sehingga pengamatan sebaiknya dilakukan sesegera mungkin.[1]

Transit Venus

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Matahari berwarna kuning, seperti terlihat pada panjang gelombang 171 Angstrom, dengan Venus di kuadran kanan-atas.
171 ångströms (17.1 nm)
Matahari berwarna jingga, seperti terlihat pada spektrum cahaya tampak, dengan Venus di kuadran kiri-atas.
Spektrum tampak kontinu.
Foto ultraviolet dan spektrum kontinu pada transit Venus 2012, diambil dari Solar Dynamics Observatorymilik NASA.

Transit Venus melintasi Matahari terjadi ketika planet Venus melintas di antara Matahari dan Bumi (atau planet lain), membuatnya terlihat di atas keping surya. Dalam sebuah transit, Venus dapat terlihat dari Bumi sebagai titik hitam yang bergerak melintasi permukaan Matahari. Transit ini mirip dengan peristiwa gerhana matahari oleh Bulan. Walaupun diameter asli Venus tiga kali lebih besar dari Moon, diameter angular Venus tampak lebih kecil, dan tampak melintas dengan kecepatan yang lebih pelan, dikarenakan Venus memiliki jarak yang lebih jauh dari Bumi. Durasi transit seperti ini umumnya diukur dalam jam (transit tahun 2012 berlangsung selama 6 jam 40 menit).

Transits Venus tergolong salah satu fenomena astronomi terprediksi yang paling langka.[1] Fenomena ini berlangsung dalam sebuah pola yang secara umum berulang setiap 243 tahun, dengan sepasang transit delapan tahunan dipisahkan dengan rentang panjang 121,5 tahun dan 105,5 tahun. Kecenderungan waktu tersebut adalah refleksi dari fakta bahwa perbandingan proporsi rasional periode orbit Bumi dan Venus mendekati 8:13 dan 243:395.[2][3]

Transit Venus memiliki peran sangat penting bagi ilmu pengetahuan secara historikal. Dahulu, Transit Venus berhasil digunakan untuk memperoleh perkiraan ukuran realistis Tata Surya. Pengamatan pada transit tahun 1639, dikombinasikan dengan prinsip paralaks, memberikan perkiraan jarak antara Matahari dengan Bumi yang lebih akurat dari data lain pada saat itu. Transit tahun 2012 sendiri memberikan ilmuwan berbagai kesempatan riset lain, terutamanya dalam perbaikan teknik yang digunakan untuk pengamatan planet luar.

Transit Venus terakhir yang terjadi adalah pada 5 dan 6 Juni 2012. Transit tersebut adalah transit Venus terakhir dalam abad 21, setelah transit sebelumnya terjadi pada 8 Juni 2004. Pasangan transit Venus sebalumnya terjadi pada Desember 1874 dan Desember 1882, sementara transit Venus berikutnya akan terjadi pada Desember 2117 dan Desember 2125.[4][5][6]

Konjungsi

Diagram transit Venus dan sudut antara bidang orbit Bumi dan Venus

Venus, dengan bidang orbit condong sebesar 3,4° relatif terhadap Bumi, umumnya tampak melintas di bawah Matahari di konjungsi inferior.[7] Sebuah transit terjadi ketika Venus mencapai konjungsi dengan Matahari di atau dekat salah satu nodenya — posisi bujur dimana Venus melintasi bidang orbit Bumi (ekliptika) — dan tampak bergerak langsung melintasi Matahari. Walaupun inklinasi antara kedua bidang orbit hanya sebesar 3,4°, Venus dapat terlihat sejauh 9,6° dari Matahari ketika diamati dari Bumi di titik konjungsi inferior.[8] Karena diameter sudut Matahari hanyalah sekitar setengah derajat, Venus dapat terlihat melintas diatas atau dibawah Matahari sejauh lebih dari 18 kali diameter solar selama konjungsi biasa.[7]

Serangkaian transit umumnya berulang setiap 243 tahun. Setelah periode ini Venus dan Bumi kembali ke posisi yang hampir mirip di orbit mereka masaing-masing. Selama 243 periode orbit sidereal Bumi, yang keseluruhannya berjumlah 88.757,3 hari, Venus menyelesaikan 395 periode orbit sidereal dengan 224,701 hari setiap periodenya, setara dengan 88.756,9 hari di Earth. Periode ini berkorespondensi dengan 152 periode sinodis Venus.[9]

Pola pengulangan 105,5 – 8 – 121,5 – 8 tahun bukanlah satu-satunya pola yang mungkin terjadi dalam satu siklus 243 tahun, karena ketidakcocokan yang sangat tipis antara waktu ketika Bmi dan Venus tiba di titik konjungsi. Sebelum tahun 1518, pola transit Venus adalah 8 – 113,5 – 121,5 tahun, dan rentang inter-transit delapan tahun sebelum tahun 546 Masehi adalah selama 121,5 tahun. Pola saat ini akan berlanjut hingga transit tahun 2846, ketika akan digantikan dengan pola 105,5 – 129,5 – 8 tahun. Sehingga, siklus 243 tahun relatif cukup stabil, tetapi banyak transit dan waktu terjadinya akan bervariasi seiring waktu.[9][10] Karena perbandingan proporsi rasional periode orbit Bumi dan Venus sebesar 243:395 adalah sekedar perkiraan, terdapat tiga rankaian transit berbeda yang terjadi setiap selisih 243 tahun, masing-masing dapat mencapai beberapa ribu tahun, yang seiring waktu digantikan oleh rangkaian lainnya. Sebagai contoh, terdapat sebuah rangakaian yang berakhir pada tahun 541 Masehi, sementara rangkaian yang terjadi pada tahun 2117 sendiri baru dimulai pada tahun 1631.[9]

Transit Venus pada masa lalu dan masa depan

Transit Venus umumnya terjadi berpasangan, pada tanggal yang hampir sama dalam selang delapan tahun. Hal ini karena lama delapan tahun Bumi hampir setara dengan tiga belas tahun Venus, sehingga setiap delapan tahun kedua planet berada dalam posisi relatif yang sama. Konjungsi ini umumnya berakibat pada dua transit, tetapi tidak cukup tepat untuk menghasilkan tiga transit, karena Venus selalu tiba 22 jam lebih awal.[9] Transit Venus terakhir yang tidak terjadi berpasangan adalah pada tahun 1396. Pada tahun 2854 (transit kedua pada rangkaian 2846/2854), walaupun Venus tidak akan melintasi Matahari dilihat dari ekuator Bumi, transit sebagian akan terlihat di beberapa tempat di belahan bumi selatan.[11]

Transits Venus di masa lalu
Tanggal
transit
Waktu (UTC) Catatan Jalur transit
Mulai Mid Akhir
23 November 1396 15:45 19:27 23:09 Transit Venus terakhir yang tidak terjadi berpasangan [1]
25–26 Mei 1518 22:46
25 Mei
01:56
26 Mei
05:07
26 Mei
[2]
23 Mei 1526 16:12 19:35 21:48 Transit Venus terakhir sebelum penemuan teleskop [3]
7 Desember 1631 03:51 05:19 06:47 Berhasil diprediksi oleh Kepler [4]
4 Desember 1639 14:57 18:25 21:54 Transit Venus pertama yang diamati. Diamati oleh Horrocks dan Crabtree [5]
6 Juni 1761 02:02 05:19 08:37 Lomonosov, Chappe d’Auteroche dan ilmuwan lain mengamati dari Rusia [6]
3–4 Juni 1769 19:15
03 Jun
22:25
03 Jun
01:35
04 Jun
James Cook dikirim ke Tahiti untuk mengamati transit Venus [7]
9 Desember 1874 01:49 04:07 06:26 Sebuah tim ekspedisi Perancis mengamati dari Pulau Campbell, Selandia Baru dan sebuah tim ekspedisi Inggris mengamati dari ke Hawaii [8]
6 Desember 1882 13:57 17:06 20:15 John Philip Sousa menggubah sebuah mars berjudul “Transit of Venus“, sebagai penghormatan terhadap transit tahun itu. [9]
8 Juni 2004 05:13 08:20 11:26 Berbagai jaringan media global menyiarkan video live transit Venus. [10]
5–6 Juni 2012 22:09
05 Jun
01:29
06 Jun
04:49
06 Jun
Terlihat sepenuhnya dari Hawaii, Alaska, Australia, Selandia Baru, Asia Timur, dan Asia Pasifik, dengan bagian awal transit terlihat dari Amerika Utara dan bagian akhir terlihat dari Eropa [11]
Transits Venus di masa depan
Tanggal
transit
Waktu (UTC) Catatan Jalur transit
Mulai Mid Akhir
10–11 Desember 2117 23:58
10 Des
02:48
11 Des
05:38
11 Des
Terlihat sepenuhnya dari Cina bagian timur, Jepang, Taiwan, Indonesia, dan Australia. Terlihat sebagian dari Pesisir Barat Amerika Serikat, India, sebagian Afrika, dan Timur Tengah. [12]
8 Desember 2125 13:15 16:01 18:48 Terlihat sepenuhnya dari Amerika Selatan dan Amerika Serikat bagian timur. Terlihat sebagian dari Amerika Serikat bagian barat, Eropa, dan Afrika. [13]
11 Juni 2247 08:42 11:33 14:25 Terlihat sepenuhnya dari Afrika, Eropa, dan Timur Tengah. Terlihat sebagian dari Asia Timur dan Indonesia, serta di seluruh benua Amerika. [14]
9 Juni 2255 01:08 04:38 08:08 Terlihat sepenuhnya dari Rusia, India, Cina, dan Australia bagian barat. Terlihat sebagian dari Afrika, Eropa, dan Amerika Serikat bagian barat. [15]
12–13 Desember 2360 22:32
12 Des
01:44
13 Des
04:56
13 Des
Terlihat sepenuhnya dari Australia dan sebagian Indonesia. Terlihat sebagian dari Asia, Afrika, dan bagian barat benua Amerika. [16]
10 Desember 2368 12:29 14:45 17:01 Terlihat sepenuhnya dari Amerika Selatan, Africa Barat, dan pesisir timur Amerika Serikat. Terlihat sebagian dari Eropa, pesisir barat Amerika Serikat, dan Timur Tengah. [17]
12 Juni 2490 11:39 14:17 16:55 Terlihat sepenuhnya di hampir seluruh benua Amerika, Afrika Barat, dan Eropa. Terlihat sebagian dari Afrika Timur, Timur Tengah, dan Asia. [18]
10 Juni 2498 03:48 07:25 11:02 Terlihat sepenuhnya di hampir seluruh Europe, Asia, Timur Tengah, dan Afrika Timur. Terlihat sebagian dari Amerika bagian timur, Indonesia, dan Australia. [19]

Bulan super

Bulan super yang tampak tanggal 19 Maret 2011

Bulan super adalah istilah yang digunakan oleh para astrolog untuk menggambarkan keadaan bulan penuh ketika bulan berada dalam posisi terdekatnya dengan Bumi (apsis/perigee). Istilah ini tidak diterima secara luas, terutama di kalangan ilmuwan. Secara spesifik, bulan super bisa merupakan bulan purnama atau bulan baru, yang jaraknya dengan bumi sekitar 10% atau kurang dari jarak lintasannya dengan bumi. Ketika fenomena ini terjadi, bulan nampak lebih besar dan lebih terang, meskipun perubahan jaraknya hanya beberapa kilometer.[1]

Fenomena bulan super sebelumnya terjadi tahun 1955, 1974, 1992, dan 2005.[2] Pada 19 Maret 2011,[3] bulan super akan mengalami jarak terdekatnya dalam 18 tahun terakhir, dengan prakiraan jarak sekitar 356,577 kilometre (221,567 mil).[4] Pada 19 Maret, fenomena perigeebulan, yang memiliki siklus sekitar 27,3 hari, terjadi bersamaan dengan bulan purnama yang muncul tiap 29 hari. Ketika perigee bulan terjadi bersamaan dengan bulan purnama, permukaan bulan akan tampak 14 persen lebih besar dan 30 persen lebih terang dari bulan purnama.[5]

Bulan super kadang dihubung-hubungkan dengan bencana alam, seperti gempa bumi,[6] gunung meletus, dan lain-lain. Itu karena waktu terjadinya bulan super hampir selalu berdekatan dengan terjadinya suatu bencana alam tertentu.[2] Namun, bulan super tidak cukup kuat untuk memengaruhi permukaan tanah ataupun gunung berapi di Bumi,[1][7] pengaruh dari fenomena bulan super ini di bumi hanyalah naiknya permukaan laut sekitar beberapa inci di beberapa daerah.

Pengaruh fenomena bulan super terhadap peningkatan aktivitas seismik justru terjadi di permukaan bulan sendiri, meskipun efeknya tidak terlalu besar. Ketika berada dalam keadaan bulan super, bulan mengalami gempa. Hal ini terdeteksi oleh instrumen seismologi yang ditinggalkan oleh para astronot Apollo 11 di bulan.[8]

Istilah bulan super pertama kali dikemukakan oleh astrolog Richard Nolle pada tahun 1979.

Gerhana bulan

Gerhana Bulan

Diagram gerhana bulan: Bayangan bumi yang menutupi bulan

gerhana bulan sebelum menjadi gerhana total pada tahun 2011

Gerhana bulan terjadi saat sebagian atau keseluruhan penampang bulan tertutup oleh bayangan bumi. Itu terjadi bila bumi berada di antaramatahari dan bulan pada satu garis lurus yang sama, sehingga sinar Matahari tidak dapat mencapai bulan karena terhalangi oleh bumi.

Dengan penjelasan lain, gerhana bulan muncul bila bulan sedang beroposisi dengan matahari. Tetapi karena kemiringan bidang orbit bulan terhadap bidang ekliptika sebesar 5°[1], maka tidak setiap oposisi bulan dengan Matahari akan mengakibatkan terjadinya gerhana bulan. Perpotongan bidang orbit bulan dengan bidang ekliptika akan memunculkan 2 buah titik potong yang disebut node, yaitu titik di mana bulan memotong bidang ekliptika. Gerhana bulan ini akan terjadi saat bulan beroposisi pada node tersebut. Bulan membutuhkan waktu 29,53 hari untuk bergerak dari satu titik oposisi ke titik oposisi lainnya. Maka seharusnya, jika terjadi gerhana bulan, akan diikuti dengan gerhana Matahari karena kedua node tersebut terletak pada garis yang menghubungkan antara Matahari dengan bumi.

Sebenarnya, pada peristiwa gerhana bulan, seringkali bulan masih dapat terlihat. Ini dikarenakan masih adanya sinar Matahari yang dibelokkan ke arah bulan oleh atmosfer bumi. Dan kebanyakan sinar yang dibelokkan ini memiliki spektrum cahaya merah. Itulah sebabnya pada saat gerhana bulan, bulan akan tampak berwarna gelap, bisa berwarna merah tembaga, jingga, ataupun coklat.

Gerhana bulan dapat diamati dengan mata telanjang dan tidak berbahaya sama sekali.

Ketika gerhana bulan sedang berlangsung, umat Islam yang melihat atau mengetahui gerhana tersebut disunnahkan untuk melakukan salat gerhana (salat khusuf).[butuh rujukan]

Jenis-jenis gerhana bulan

Gerhana Bulan dapat dibagi menjadi tiga yaitu:

  • Gerhana bulan total dibagi menjadi 2 yaitu:
gerhana bulan total:Pada gerhana ini, bulan akan tepat berada pada daerah NTT dan warna bulan menjadi merah tetapi tidak rata.
gerhana bulan total +:Pada gerhana ini,bulan melalui titik pusat daerah umbra dan warna bulan menjadi merah merata.
  • Gerhana bulan sebagian
Pada gerhana ini, bumi tidak seluruhnya menghalangi bulan dari sinar matahari. Sedangkan sebagian permukaan bulan yang lain berada di daerah penumbra. Sehingga masih ada sebagian sinar Matahari yang sampai ke permukaan bulan.
  • Gerhana bulan penumbra
Pada gerhana ini, seluruh bagian bulan berada di bagian penumbra. Sehingga bulan masih dapat terlihat dengan warna yang suram.

Lihat Pula[sunting | sunting sumber]

Galeri[sunting | sunting sumber]

%d blogger menyukai ini: